Pesantren Darur Rasyid Dorong Riset R&D pada Perkuliahan Magister Dewan Guru
Riset Tesis Diarahkan pada Pengembangan Produk Pesantren

Pondok Pesantren Darur Rasyid terus memperkuat komitmennya dalam membangun kaderisasi dan menyiapkan generasi penerus melalui peningkatan kualitas pendidikan santri serta pengembangan kapasitas akademik dewan guru. Memasuki usia enam tahun sejak berdiri pada 2020, pesantren ini telah berhasil meluluskan angkatan alumni perdananya pada tahun 2026.
Seluruh alumni yang telah menyelesaikan pendidikan di Darur Rasyid dilepas untuk mengikuti program pengabdian di berbagai lembaga pendidikan Islam dan pesantren yang tersebar di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Program tersebut merupakan bagian dari sistem kaderisasi yang telah menjadi karakter pendidikan Darur Rasyid sejak awal berdirinya.
Selain fokus pada pembinaan dan pengabdian santri, Darur Rasyid juga secara konsisten mendorong peningkatan kompetensi akademik para guru tetap dan pengasuh. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah tenaga pendidik telah berhasil menyelesaikan pendidikan pada berbagai jenjang, mulai dari Strata Satu (S1), Magister (S2), hingga program doktoral (S3).
Beberapa guru yang baru menuntaskan pendidikan Strata Satu di STAI Syekh Abdur Rauf saat ini mendapat dukungan penuh dari pesantren untuk melanjutkan studi magister pada Fakultas Pendidikan Agama Islam (FPAI) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan.
Pimpinan Pondok Pesantren Darur Rasyid, Dr. Ust. Andika Novriadi Cibro, M.Ag, mengatakan bahwa penguatan kualitas sumber daya manusia merupakan bagian penting dari agenda kaderisasi lembaga.
“Darur Rasyid tetap konsisten pada program kaderisasi. Selain program pengabdian untuk santri, para guru juga dipersiapkan untuk mengikuti program perkuliahan. Alhamdulillah, pada periode 2024 hingga 2026 ini sejumlah guru telah berhasil menyelesaikan pendidikan mulai dari jenjang S1 hingga S3. Sementara guru-guru pengasuh yang baru menyelesaikan studi S1 akan melanjutkan pendidikan magister,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ust. Andika menjelaskan bahwa para guru yang menempuh pendidikan magister nantinya diarahkan untuk melakukan penelitian yang berorientasi pada kebutuhan riil lembaga pesantren. Untuk itu, pihak pesantren mendorong penggunaan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE dalam penyusunan tesis mereka di FPAI UMSU.
Ust Andika menambahkan, Darur Rasyid telah membangun komunikasi dan konsolidasi dengan pihak FPAI UMSU, khususnya bersama Dekan FPAI, Assoc. Prof. Zailani, MA, guna memastikan arah penelitian para mahasiswa magister relevan dengan kebutuhan pengembangan lembaga pendidikan pesantren.
“Kami menargetkan penelitian tesis para guru ini menghasilkan produk yang dapat diterapkan langsung di lingkungan pesantren. Fokusnya meliputi bidang pengasuhan santri, pengelolaan keuangan pesantren hingga pengembangan kegiatan ekstrakurikuler,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa hasil penelitian berbasis R&D memiliki nilai strategis karena tidak berhenti pada kajian teoritis semata, tetapi menghasilkan produk yang dapat digunakan dan diuji efektivitasnya di lapangan.
“Produk yang dihasilkan melalui riset akademik tentu lebih dipercaya dan lebih mudah diterima publik karena melalui proses kajian ilmiah, validasi oleh para ahli yang berkompeten serta serangkaian uji coba yang memastikan produk tersebut tepat sasaran dan sesuai kebutuhan lembaga,” katanya.
Melalui penguatan budaya riset di kalangan dewan guru, Darur Rasyid berharap dapat melahirkan berbagai inovasi pendidikan yang mampu meningkatkan kualitas pengelolaan pesantren sekaligus menjadi model pengembangan lembaga pendidikan Islam yang adaptif terhadap tantangan zaman.



