News

Darur Rasyid Tetapkan Siaga 1, Evakuasi Cepat dan Prioritaskan Kewaspadaan

Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Aceh Singkil dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir menyebabkan meningkatnya debit air sungai di sejumlah titik, termasuk di Desa Silatong yang diapit dua sungai (Cinendang dan Sulampi). Dampak dari tingginya curah hujan dirasakan hingga ke aliran Sungai Lae Sulampi, yang mengalir tidak jauh dari kawasan Pondok Pesantren Darur Rasyid, Kecamatan Simpang Kanan.

Pada Kamis, 25 November sekitar pukul 22.00 WIB, pihak pengasuhan pesantren mulai melihat naiknya debit air Sungai Lae Sulampi yang berjarak kurang lebih 500 meter dari komplek pesantren. Kenaikan debit air berlangsung cepat dan berlanjut hingga Rabu, 26 November pukul 06.00 WIB, ketika air mulai memasuki area asrama putra. Melihat situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan santri, pihak pesantren menetapkan status Siaga 1 dan segera melakukan langkah-langkah penyelamatan.

Evakuasi dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi dipimpin oleh Ustadz Sutekno bersama tim guru pengasuh putra. Langkah pertama dilakukan dengan mengungsikan santri dari 10 kamar di dua gedung asrama putra menuju ruang kelas yang memiliki posisi lebih tinggi dan aman. Pada pukul 10.00 WIB, air sudah mencapai ketinggian sekitar 1 meter di dua gedung asrama putra tersebut, sehingga proses evakuasi dipercepat.

Sementara itu, area asrama putri  tidak terkena banjir. Namun demikian, status Siaga 1 tetap diberlakukan karena gedung asrama putri berada sekitar 30 meter dari tebing yang berpotensi longsor jika hujan terus mengguyur. Pengawasan dan penjagaan di area tersebut dikomandoi oleh Ustazah Asmawati, yang memastikan seluruh santriwati berada dalam kondisi aman dan tetap waspada.

Perkembangan situasi pada pukul 16.00 WIB menunjukkan adanya penurunan debit air seiring dengan berhentinya hujan. Kondisi semakin membaik pada pukul 21.00 WIB ketika cuaca cerah dan genangan air di dua gedung asrama putra mulai menyusut. Meski demikian, pihak pesantren tetap mempertahankan langkah kewaspadaan karena potensi banjir susulan masih mungkin terjadi dan cuaca belum dapat diprediksi.

Seluruh santri dan guru dalam keadaan sehat. Tidak ada korban jiwa maupun cedera dalam peristiwa ini.

Pondok Pesantren Darur Rasyid sejak awal pendiriannya, komplek lahan pesantren di zona terendah telah melalui proses penimbunan lahan hingga 2,5 meter sebagai langkah mitigasi banjir, mengingat lokasinya berada di antara aliran Lae Sulampi dan Lae Cinendang. Selain itu, para guru pengasuh telah mendapatkan pelatihan khusus penanganan siaga banjir melalui program pramuka siaga bencana, sehingga proses evakuasi dapat berjalan aman, tenang dan terkendali.

Pimpinan Pondok Pesantren Darur Rasyid, Ust. Andika Novriadi Cibro, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian ini sekaligus memberikan ketenangan bagi para wali santri. Ia mengatakan pihak pesantren sangat memahami kekhawatiran orangtua dan memastikan seluruh santri terus diawasi secara ketat oleh guru pengasuh. Ia juga menyampaikan doa agar seluruh santri dan guru berada dalam lindungan Allah SWT, serta rasa simpati kepada masyarakat Aceh Singkil, khususnya para wali santri, yang rumahnya ikut terendam banjir akibat meluapnya sungai.

Laporan ini disusun untuk memberikan informasi resmi terkait kondisi terakhir di Pondok Pesantren Darur Rasyid. Situasi saat ini sudah terkendali, namun kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama hingga kondisi cuaca dan sungai kembali stabil sepenuhnya.

PDRS Media

Pondok Pesantren Darur Rasyid: Lembaga Pendidikan Pesantren Modern Izin Yayasan : Nomor AHU : AHU-008177. AH.01.04. Tahun 2019. Nomor Statistik Pesantren: 500311100013. Alamat : Jln. Pesantren Dusun III Desa Silatong Kecamatan Simpang Kanan Kabupten Aceh Singkil Provinsi Aceh Contact us: darurr.rasyid@gmail.com

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button