Darur Rasyid Tegaskan Komitmen Pembinaan Alumni Melalui Program Pengabdian
Alumni Darur Rasyid Tetap Dalam Sistem Pembinaan Setelah Lulus

Pondok Pesantren Darur Rasyid menorehkan sejarah baru dalam perjalanan lembaganya dengan melepas alumni Angkatan I untuk menjalankan Program Pengabdian Alumni, Minggu (31/5/2026). Program ini menjadi langkah awal pesantren dalam membangun sistem pembinaan alumni yang berkelanjutan setelah mereka menyelesaikan masa pendidikan.
Berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh haru, prosesi pelepasan dihadiri para pimpinan pesantren mitra serta orang tua dan wali santri yang menyaksikan secara langsung penyerahan amanah kepada para alumni untuk mengabdi di berbagai lembaga pendidikan dan institusi strategis.
Berbeda dengan pelepasan alumni pada umumnya, Darur Rasyid menempatkan pengabdian sebagai bagian dari proses pendidikan. Para alumni tidak langsung dilepas sepenuhnya ke masyarakat, melainkan tetap berada dalam sistem pembinaan pesantren melalui program penugasan yang terstruktur, terukur dan berkelanjutan.
Sebelum menerima penugasan, seluruh alumni telah mengikuti prosesi pengukuhan pada 17 Mei 2026. Setelah itu, mereka menjalani serangkaian pembekalan intensif yang difokuskan pada penguatan karakter, kepemimpinan, manajemen organisasi, keterampilan dakwah serta kesiapan menghadapi tantangan pengabdian di lapangan.
Pimpinan Pondok Pesantren Darur Rasyid, Dr. Ust. Andika Novriadi, M.Ag, menjelaskan bahwa program ini lahir dari keinginan pesantren untuk memastikan para lulusan tetap berada dalam jalur pembinaan yang jelas dan memiliki ruang pengabdian yang nyata.
Menurutnya, alumni tidak hanya dipandang sebagai lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan, tetapi sebagai kader yang memiliki tanggung jawab untuk menebarkan manfaat di tengah masyarakat.
“Kelulusan bukanlah akhir dari proses pembinaan. Justru setelah lulus, para alumni memasuki fase baru untuk mengamalkan ilmu, membangun pengalaman, dan belajar melayani umat melalui pengabdian,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Ust. Andika juga menyampaikan penghargaan kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Darur Rasyid. Ia menilai keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan keluarga yang terus memberikan semangat kepada para santri sejak awal pendidikan hingga memasuki masa pengabdian.
Apresiasi juga diberikan kepada para pimpinan pondok pesantren dan lembaga mitra yang telah membuka ruang bagi alumni Darur Rasyid untuk belajar dan berkontribusi melalui penugasan pengabdian.
Meski demikian, ia mengakui bahwa antusiasme lembaga yang ingin bekerja sama jauh lebih besar dibandingkan jumlah alumni yang tersedia pada angkatan perdana ini. Karena itu, sejumlah permohonan kerja sama belum dapat dipenuhi.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada beberapa lembaga yang belum dapat kami layani tahun ini. Program ini masih pada tahap awal sehingga kami harus mempertimbangkan berbagai aspek dalam penempatannya. Insya Allah pada masa mendatang kuota akan semakin bertambah dan jangkauan kemitraan akan semakin luas,” katanya.
Sebanyak 31 alumni yang dilepas tahun ini ditempatkan di berbagai pondok pesantren dan institusi, di antaranya Pondok Pesantren Nurul Muj’taba Kota Subulussalam, Pondok Pesantren Darul Falah Azzamzamiyah Aceh Singkil, Pondok Pesantren Amrullah Akbar Rajasyah Medan, Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Kota Subulussalam, Pondok Pesantren Washilatunnajah Aceh Singkil, Pondok Pesantren Al-Anshar Aceh Singkil, Pondok Pesantren Nurul Aqlam Kota Subulussalam, Pondok Pesantren Almansyuriah Kota Subulussalam, Program PPKB Universitas Indonesia, Akademi Kepolisian, serta Akademi Militer.
Darur Rasyid juga menyiapkan sistem pengawasan dan evaluasi selama masa pengabdian berlangsung. Setiap alumni diwajibkan menyampaikan laporan kegiatan secara berkala melalui sistem daring yang telah disiapkan pesantren. Laporan tersebut akan menjadi dasar evaluasi sekaligus sarana pendampingan berkelanjutan.
Menariknya, konsep pengabdian yang diterapkan tidak terbatas pada alumni yang ditempatkan di lingkungan pesantren. Alumni yang melanjutkan pendidikan pada institusi kedinasan, kepolisian, maupun militer juga tetap masuk dalam skema pengabdian dan pembinaan yang sama.
Melalui langkah ini, Pondok Pesantren Darur Rasyid berupaya membangun ekosistem alumni yang tidak terputus setelah kelulusan. Setiap lulusan tetap terhubung dengan pesantren, membawa nilai-nilai yang telah ditanamkan selama pendidikan, serta menjadi bagian dari gerakan besar pengabdian yang terus tumbuh dari Darur Rasyid untuk masyarakat, bangsa, dan umat.



