Bank Aceh melalui KCP Singkil menggelar kegiatan SAKINAH (Santri Cakap Literasi Keuangan Syari’ah) di aula Pesantren Darur Rasyid, Selasa (03/03/2026). Kegiatan ini diikuti oleh para santri dan sejumlah guru dengan penuh antusias.
Tim dari KCP Singkil yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri dari Arjuna Chandra (Kasie Funding), Yuswan (Petugas Funding), Ade Ermalisa (Petugas Funding), dan Yana (Petugas Funding). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para santri tentang pentingnya literasi keuangan berbasis syariah sejak dini.

Dalam pemaparannya, Arjuna Chandra menyampaikan bahwa pemahaman tentang keuangan syariah bukan hanya penting bagi pelaku usaha, tetapi juga bagi generasi muda, termasuk para santri.
“Santri hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Mereka perlu memahami bagaimana mengelola keuangan sesuai prinsip syariah, mulai dari menabung, mengatur pengeluaran, hingga mengenal produk-produk perbankan syariah. Literasi keuangan yang baik akan membentuk pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab,” ujar Arjuna di hadapan peserta.
Ia juga menambahkan bahwa melalui program SAKINAH, Bank Aceh ingin mendekatkan layanan perbankan syariah kepada kalangan pesantren sekaligus mendukung penguatan ekonomi berbasis syariah di daerah.
Sementara itu, Pimpinan Pesantren Darur Rasyid, Ust. Dr. Andika Novriadi Cibro, M.Ag menyambut positif kegiatan tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap program literasi keuangan syariah.
“Kami juga perlu belajar kepada pihak bank syariah terkait pengelolaan keuangan. Ini sudah menjadi kewajiban bagi lembaga pendidikan yang ingin berkemajuan. Kita mungkin unggul dalam standar prestasi atau kurikulum, namun lemah di standar keuangan. Ini menjadi perhatian penting dalam akreditasi lembaga,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pondok pesantren yang tidak mampu membuktikan tata kelola dan transparansi putaran keuangan lembaga akan mengalami kesulitan dalam pengembangan, baik dari sisi kepercayaan publik, kerja sama dengan pihak luar, maupun peningkatan status akreditasi.
“Ke depan, kami ingin sistem administrasi dan keuangan pesantren semakin tertata, transparan, dan akuntabel. Karena lembaga yang kuat bukan hanya yang unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam manajemen dan tata kelola,” tambahnya.

Kegiatan SAKINAH diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif antara santri dan tim Bank Aceh, serta foto bersama sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan literasi keuangan syariah di lingkungan pesantren.
Melalui program ini, Bank Aceh berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga cakap dalam mengelola keuangan secara syariah dan profesional.








