Amaliyah Tadris Santri Akhir Darur Rasyid Resmi Dibuka

Program Amaliyah Tadris santri akhir di Pondok Pesantren Darur Rasyid resmi dibuka oleh pimpinan pondok dalam sebuah seremoni yang berlangsung khidmat dan penuh semangat pendidikan. Kegiatan tersebut turut dihadiri pengawas sekolah SMA IT Darur Rasyid, wali santri, serta dewan guru yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program akademik tahunan ini (16/02/2026)

Amaliyah Tadris merupakan program wajib bagi santri kelas akhir atau kelas XII pada jenjang pendidikan formal SMA IT Darur Rasyid. Program ini dirancang sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi lembaga dalam melahirkan lulusan yang mumpuni di bidang akademik pembelajaran serta memiliki kesiapan mental, intelektual, dan spiritual sebagai calon pendidik. Mengangkat tema “Dari Ilmu Menuju Amal, Dari Belajar Menuju Mengajar”, kegiatan ini menjadi momentum penting transformasi santri dari peserta didik menjadi pengajar.

Dalam sambutannya, pimpinan pesantren menegaskan bahwa Amaliyah Tadris bukan sekadar praktik formalitas, melainkan proses pembentukan kompetensi dan karakter. Santri tidak hanya dituntut memahami materi pelajaran, tetapi juga mampu menyusunnya dalam bentuk modul ajar dan menyampaikannya secara sistematis di ruang kelas. Setiap santri diwajibkan membuat perangkat pembelajaran lengkap, mulai dari perencanaan hingga evaluasi, kemudian mengajarkannya secara langsung sesuai materi yang telah ditetapkan oleh pembimbing.

Sebelum tampil mengajar, para santri menjalani pembekalan intensif yang meliputi empat aspek utama, yaitu I’dad Dirasiy (penyusunan modul ajar), Thuruq At-Tadris (metode mengajar), Istighdaam Wasaail (penggunaan media pembelajaran), dan Istiratijiyyah fi Ta’lim (strategi mengajar). Melalui tahapan ini, santri dilatih untuk menyajikan pembelajaran yang terstruktur, komunikatif, serta mampu menciptakan suasana kelas yang kondusif sesuai standar pondok modern.

Keunggulan Amaliyah Tadris di Darur Rasyid terletak pada penggunaan bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam proses pembelajaran. Hal ini menjadi bagian dari pembiasaan akademik sekaligus penguatan kompetensi global santri. Penilaian dilakukan secara komprehensif, mencakup penguasaan materi, keterampilan komunikasi, pengelolaan kelas, penggunaan bahasa hingga sikap dan kepribadian.

Kehadiran wali santri dalam pembukaan kegiatan menjadi bentuk dukungan moral yang besar bagi para peserta. Para orang tua menyaksikan langsung proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesiapan pengabdian di tengah masyarakat. Dewan guru pun berperan aktif sebagai pembimbing dan evaluator, memastikan setiap santri menjalani proses dengan sungguh-sungguh.

Melalui Amaliyah Tadris, Pondok Pesantren Darur Rasyid kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi pendidik yang berintegritas, profesional, dan berakhlak mulia. Semangat “Dari Ilmu Menuju Amal, Dari Belajar Menuju Mengajar” diharapkan menjadi fondasi bagi para santri akhir untuk melangkah ke jenjang kehidupan berikutnya dengan kesiapan dan kepercayaan diri yang kuat.

Back to top button